Lewati ke konten
Manifest Digital Kreatif
Biaya & Margin · Juni 2026

Biaya admin marketplace naik lagi di 2026. Hitung berapa untung yang ‘bocor’.

Sepanjang 2026 hampir semua marketplace besar menaikkan biaya — Shopee, Tokopedia, sampai TikTok Shop. Buat UMKM, dampaknya satu: margin makin tipis. Kami rangkum apa yang naik, berapa total potongannya, dan cara menghitung berapa untung yang sebenarnya bocor tiap bulan.

Ilustrasi: untung yang bocor karena biaya marketplace

Kalau belakangan kamu merasa “kok jualan rame tapi untungnya segitu-segitu aja”, kamu tidak sendiri. 2026 jadi tahun di mana biaya jualan di marketplace naik beruntun — dan kebanyakan tambahannya halus, jadi sering tidak terasa sampai akhir bulan.

Apa saja yang naik di 2026?

Shopee. Per 2 Mei 2026 Shopee menaikkan biaya layanan: sebagian kategori naik dari 1,5% ke 2%, sebagian lain sampai 8–9%. Total komisi per tier (Non-Star/Star/Star+) berkisar 2,5–10%, dan Shopee Mall sampai sekitar 10,2%. Belum termasuk biaya proses Rp 1.250 per pesanan dan program Gratis Ongkir XTRA yang naik dari 3% ke 4–4,5%.

Tokopedia & TikTok Shop. Komisi kategori berkisar 1–10%, plus biaya proses Rp 1.250 per pesanan dan komisi dinamis 4–6% untuk mendanai voucher & promosi. Yang paling mencolok: mulai 18 Mei 2026, batas maksimum komisi per item dinaikkan dari Rp 40.000 menjadi Rp 650.000 — pukulan besar buat produk harga tinggi. Ada juga biaya logistik baru sekitar Rp 5.000–10.000+ per order.

Jadi totalnya berapa?

Kalau dijumlah, untuk kategori ramai seperti fashion dan FMCG — plus program gratis ongkir — potongan realistis ada di 13–16%, bahkan bisa tembus ~22% di kasus terburuk. Tambah biaya iklan (yang sekarang nyaris wajib biar produkmu kelihatan), totalnya gampang 15–25% dari harga jual.

Artinya, dari setiap Rp 100.000 penjualan, sekitar Rp 15.000–25.000 hilang sebelum kamu hitung modal produk, ongkir, dan tenaga.

Hitung ‘bocor’-nya sendiri

Cara cepat: omzet bulanan × persen potongan = uang yang lepas tiap bulan.

  • Omzet Rp 50 juta/bulan dengan potongan efektif 15% → Rp 7,5 juta/bulan bocor → Rp 90 juta setahun.
  • Naikkan ke 20% (kategori tinggi + iklan agresif) → sekitar Rp 120 juta setahun.

Angka itu bukan modal, bukan gaji karyawan — murni biaya “numpang tempat”. Dan makin besar omzetmu, makin besar yang bocor. Mau lihat angkamu sendiri? Ada kalkulatornya di halaman Toko Online — geser sesuai omzet & kategorimu.

Bukan berarti cabut total dari marketplace

Marketplace tetap berguna buat ditemukan pembeli baru. Yang perlu berubah: jangan jadikan satu-satunya rumah. Brand yang sudah sadar duluan — seperti True to Skin dan Raecca, juga nama-nama besar seperti Erigo, Scarlett, dan Buttonscarves — bukan kabur dari marketplace, tapi membangun toko sendiri sebagai pusat transaksi, lalu menjadikan marketplace & sosmed sebagai pintu masuk.

Di toko sendiri, potongannya 0%. Untung Rp 90–120 juta yang tadinya bocor itu balik ke kasmu. Arah ini juga sejalan dengan aturan baru yang memisahkan sosmed (untuk promosi) dari tempat transaksi — yang kami bahas di artikel Permendag 19/2026.

Hitung kebocoranmu & lihat cara punya toko sendiri →

Sumber: Webekspor, RekapCepat, Longetiv, BeritaSatu, IDN Times, Sentrasoft, Bisnis.com (respons idEA) — Mei–Juni 2026. Artikel ini ringkasan untuk edukasi, bukan nasihat finansial. Tarif marketplace berubah sewaktu-waktu — cek ketentuan resmi tiap platform untuk angka terbaru.

Berhenti biarkan untungmu bocor tiap bulan.

Mari berbincang dulu, gratis. Kami bantu hitung berapa yang bisa kamu hemat dengan punya toko sendiri — tanpa paksaan.

Siap ambil langkah nyata?
Lihat bagaimana Manifest bisa bantu langsung untuk usahamu.
Buat Toko Online Sendiri untuk UMKM →
Chat kami